Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Di banyak gereja, Pengakuan Iman Rasuli diucapkan secara bersama-sama setiap kali Ibadah Minggu. Banyak di antara gereja-gereja tersebut yang mendahului Pengakuan Iman Rasuli dengan sebuah kalimat “Bersama dengan gereja di segala tempat dan abad, marilah kita mengutarakan atau mengikrarkan pengakuan iman kita seturut dengan Pengakuan Iman Rasuli.” Di dalam Pengakuan Iman Rasuli itu sendiri, kita mengakui bahwa kita percaya kepada gereja yang kudus dan am. “Am” berarti “satu.” Dengan kata lain, sebetulnya setiap kali kita mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli, kita diingatkan bahwa kesatuan gereja tidak bisa dibatasi oleh denominasi, oleh teologi tertentu atau dibatasi oleh bangunan tertentu. Kita meyakini bahwa ada kesatuan dengan gereja-gereja yang lain. Karena itu saya ingin memperkenalkan sebuah istilah dalam dunia teologi yang sangat bermanfaat untuk kita pahami, yaitu kata “Gereja Universal (Universal Church).” Apa yang dimaksud dengan Gereja Universal?

Gereja universal adalah kumpulan orang-orang percaya di segala tempat dan di segala abad. Tapi saya ingin menambahkan sesuatu di sini, yaitu definisi ini mengandung dua aspek penting. Aspek pertama adalah “kumpulan orang.” Artinya gereja bukan cuma terdiri dari satu orang atau satu denominasi tertentu, tetapi kumpulan semua orang di berbagai tempat dan berbagai abad. Aspek kedua adalah kesatuan iman. Orang-orang percaya bisa disebut sebagai gereja universal oleh karena mereka berbagi iman yang sama. Kita bukanlah gereja jika hanya sekadar berkumpul dan bersekutu dalam arti kebersamaan, namun mengabaikan kesatuan iman. Di dalam Efesus 4:13 dengan jelas dikatakan bahwa pertumbuhan gereja yang sehat terjadi ketika gereja mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah. Kesatuan yg dimaksud bukan hanya merupakan kesatuan secara praktis atau kebersamaan tetapi kesatuan secara iman dan pengetahuan yang benar. Dengan kata lain, siapa pun yang mengklaim diri sebagai orang Kristen belum tentu merupakan bagian dari gereja yang universal. Hal tersebut akan diukur berdasarkan iman mereka, kemurnian iman mereka dan berdasarkan ketepatan pengetahuan mereka tentang Anak Allah.

Di dalam Alkitab kita bisa menemukan bahwa ada jemaat-jemaat tertentu yang ternyata mempercayai injil yang palsu. Di dalam surat Galatia 1:6-9 Paulus dengan keras mengecam sebagian jemaat di Galatia yang mulai terpengaruh oleh injil yang palsu. Paulus mengatakan bahwa siapa saja yang memberitakan dan siapa saja yang memercayainya, maka terkutuklah orang itu. Orang-orang yang percaya kepada injil yang palsu ini belum tentu merupakan bagian dari gereja universal. Mungkin kemasan injilnya indah dan ada di dalam gereja, tetapi belum tentu injil itu merupakan bagian dari gereja universal. Injil yang benar mengatakan bahwa barangsiapa percaya kepada Yesus pasti diselamatkan. Namun jika ada yang mengatakan bahwa percaya Yesus pasti mendapatkan hidup berkelimpahan dan makmur, itu bukanlah injil yang benar. Adalah benar: Percaya kepada Yesus pasti mendapat mujizat, yaitu mujizat kita dilahirkan kembali oleh Allah. Tetapi Injil yang palsu mengatakan: Percaya kepada Yesus dan hidupmu tiap hari akan penuh dengan mujizat. Alkitab tidak pernah menjanjikan mujizat terjadi setiap hari. Alkitab juga telah memberitahukan kita tentang adanya beberapa orang Kristen yang menyangkali doktrin-doktrin yang dasar. Misalnya di dalam 1Yohanes 4:2-3 dikatakan bahwa mereka menyangkali Yesus Kristus adalah Anak Allah dan telah datang ke dunia sebagai manusia. Oleh karena itu, saya meyakini bahwa tidak semua orang yang berada di dalam gereja adalah anggota dari gereja universal.

Tidak semua kumpulan orang Kristen yang menamakan dirinya “Kristen” adalah bagian dari gereja universal. Kita perlu mengamati iman mereka, apakah iman mereka adalah iman yang sejati terhadap injil Yesus Kristus: kematian dan kebangkitan-Nya? Apakah pengetahuannya tentang Anak Allah benar-benar sesuai dengan Alkitab? Orang-orang yang hanya mengakui Yesus Kristus sebagai “allah” maka mereka bukanlah merupakan bagian dari gereja yang universal. Ada berbagai macam bidat Kristen. Walaupun munculnya dari kalangan orang Kristen, tetapi kumpulan mereka tidak layak untuk disebut sebagai bagian dari gereja yang universal, karena mereka tidak berbagi iman yang sama. Oleh sebab itu, gereja universal adalah semua orang percaya di segala tempat dan di segala abad yang berbagi persekutuan dan berbagi kesatuan iman yang benar. Itulah kita, yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Kiranya Tuhan memberkati kita. Amin.