Dalam edisi yang lalu kita sudah belajar dua karakteristik Alkitab, yaitu Berotoritas dan Jelas.  Hari ini kita akan membahas dua karakteristik yang lain, yaitu Kebutuhan (Necessity) dan Kecukupan (Sufficiency) Alkitab.

Karakteristik ketiga, Kebutuhan (Necessity).  Alkitab sangat diperlukan dan tidak tergantikan, untuk kita dapat memahami keselamatan yang benar, bertumbuh secara rohani, dan mengenal kehendak Allah.  Kita perlu menegaskan, bahwa Alkitab adalah standar kebenaran di dalam segala sesuatu, terutama di dalam hal-hal yang berkaitan dengan kerohanian dan keselamatan kita.  Tidak boleh ada hal lain yang menggantikan peranan Alkitab dan tidak boleh ada hal apapun yang mengatasnamakan Allah dan menggantikan otoritas Alkitab dan kebutuhan kita terhadap Alkitab.  Tuhan Yesus memberikan contoh di dalam Matius 15, pada waktu Ia berdebat dengan orang-orang Farisi, di ayat 1-9 Tuhan Yesus mengecam orang-orang Farisi yang telah menggantikan firman Allah dengan tradisi-tradisi manusia dan berbagai macam tradisi lisan yang bukan berasal dari Allah sendiri.  Bagi Tuhan Yesus, firman Allah tidak perlu ditambah dengan yang lain, apalagi digantikan oleh yang lain.

Paulus juga mengambil sikap yang sama di dalam Kolose 2:18.  Di sana Paulus mengecam beberapa orang yang mencoba untuk menyusup ke dalam jemaat Kolose dan mengajarkan hal-hal yang kelihatannya rohani, hal-hal yang kelihatannya spetakuler dan luar biasa spiritual, misalnya penyembahan kepada malaikat, mendengarkan ini dan itu dalam dunia roh.  Paulus sangat mengecam hal-hal yang semacam itu.  Paulus mengecam berbagai macam aturan asketisisme, ajaran-ajaran manusia yang kelihatannya rendah hati dan menjauhi dunia, tetapi sebetulnya hal itu hanyalah perintah-perintah manusia dan hanya untuk memuaskan manusia.  

Di dalam 2Tesalonika 2:1 Paulus juga memberitahu jemaat di Tesalonika supaya mereka tidak lekas bingung dengan berbagai ajaran yang mengatasnamakan wahyu dari Roh Kudus atau wahyu yang memiliki wibawa apostolik, yang mengatakan bahwa surat ini dari Paulus dan sebagainya, padahal sebenarnya  bukan.  Paulus sangat menentang hal-hal yang seperti itu.  Demikian juga dengan Tuhan Yesus yang sangat menentang hal-hal lain di luar Alkitab yang dipakai untuk menggantikan Alkitab.  Alkitab sangat diperlukan dan tidak tergantikan untuk kita bisa mengenal keselamatan yang benar, bertumbuh secara rohani, dan mengetahui kehendak Allah.  Di luar Alkitab kita tidak bisa memahami hal-hal ini.

Karakteristik keempat, kecukupan (sufficiency).  Apa yang dimaksud dengan karakteristik ini?  Alkitab ditulis bukan untuk memuaskan rasa ingin tahu kita.  Bukan juga sebagai bahan untuk menjawab semua pertanyaan yang mungkin muncul di pikiran kita atau untuk memuaskan berbagai macam spekulasi filosofis dan spekulasi intelektual kita.  Alkitab ditulis tidak lengkap, dalam arti membahas segala sesuatu, tetapi Alkitab ditulis secara cukup.

Di dalam Ulangan 29:29 dikatakan, “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan anak-anak kita sampai selama-lamanya. ” Tidak semua hal ditulis di dalam Alkitab.  Yohanes 20:30-31 mengatakan bahwa masih banyak hal lain lagi, tanda-tanda yang dibuat oleh Tuhan Yesus, tetapi tidak semuanya dituliskan di dalam injil Yohanes.  Kemudian Yohanes 21:25 mengatakan

 bahwa kalau semua perkataan dan perbuatan Yesus dituliskan, maka (dalam sebuah gaya bahasa hiperbola) tidak mungkin ada tempat untuk menyimpan semua tulisan itu.  Dengan kata lain, Injil Yohanes dua kali mengatakan bahwa tidak semua kehidupan Yesus dituliskan di dalam Injil.  Di dalam kitab-kitab Injil dituliskan apa yang perlu bagi kita; hanya apa yang bermanfaat untuk keselamatan kita, yang bermanfaat untuk bertumbuhan rohani kita, dan yang bermanfaat untuk mengerti kehendak Allah di dalam hidup kita.  Hanya hal-hal ini saja yang diajarkan di dalam Alkitab.  Alkitab bersifat cukup.  Alkitab tidak membahas segala sesuatu, tetapi Alkitab memberikan pedoman yang cukup bagi kita untuk meresponi segala sesuatu. Alkitab tidak berbicara tentang penemuan-penemuan modern atau hal-hal detail yang baru diketahui oleh manusia di zaman ini.  Tetapi Alkitab memberikan landasan yang kuat dan perspektif yang teguh untuk memahami segala sesuatu.  Alkitab cukup bagi kita, untuk memandang segala sesuatu dan memahaminya dari perspektif Allah.  Kiranya karakteristik kebutuhan dan kecukupan Alkitab ini mendorong kita untuk terus mencintai, membaca, dan merenungkannya dengan setia