Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Kita sudah belajar bahwa manusia tidak mungkin diselamatkan karena perbuatan baik dan hanya melalui iman, manusia bisa diselamatkan. Kita juga sudah belajar bahwa orang berdosa tidak mampu beriman dengan kekuatan sendiri. Iman adalah pemberian Allah. Hari ini kita akan membahas pertanyaan: Bagaimana Allah menganugerahkan iman kepada orang berdosa? Bagaimana cara Allah memberikan iman di hati kita? Ada dua cara yang dipakai Allah: melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam hati kita, dan melalui pemberitaan Injil Yesus Kristus.

Jika kita membaca misalnya di dalam 1Korintus 2:4-5, di sana Rasul Paulus mengatakan demikian: “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” Jadi Rasul Paulus tidak mau menyampaikan firman Tuhan dengan hikmat dan kefasihan manusia, karena dia tidak mau iman jemaat Korintus didasarkan pada hikmat manusia. Iman sejati seharusnya didasarkan pada kekuatan Roh, pada kekuatan Allah. Jadi bagaimana Allah mengaruniakan iman di dalam hati kita? Melalui pekerjaan Roh Kudus di hati kita.

Tetapi Roh Kudus bekerja bukan hanya secara misterius dan tidak terkendali. Dia bukan hanya bekerja tanpa isi apa-apa. Alkitab juga mengajarkan Roh Kudus bekerja di dalam hati kita melalui pemberitaan Injil Yesus Kristus. Keselamatan membutuhkan pendengaran terhadap firman Allah. Di dalam Roma 10:14 Rasul Paulus berkata: “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” Lalu ia melanjutkan: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (ay.17). Roh Kudus bekerja menumbuhkan firman kebenaran itu di dalam hati kita, sehingga tidak mungkin ada orang yang mengaku bahwa dia diselamatkan oleh Roh Kudus tapi dia tidak pernah mendengar Injil Yesus Kristus. Atau sebaliknya, tidak ada orang yang percaya kepada Injil Yesus Kristus, tetapi tanpa pertolongan Roh Kudus di dalam hatinya.

Iman kita bisa ada karena Allah mengaruniakannya kepada kita melalui pemberitaan Injil dan melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita, sehingga kita bisa berkata seperti Rasul Paulus di dalam 1Korintus 12:3 “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: ” Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.” Tidak ada seorang pun yang bisa beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan tanpa pertolongan Roh Kudus di dalam hidupnya. Roh Kudus bekerja menumbuhkan Injil dan firman kebenaran itu di dalam hati kita. Pekerjaan Roh Kudus yang mempertobatkan orang percaya ini, di dalam istilah teologi dikenal dengan nama “panggilan efektif” (effectual calling/effective calling). Pangilan yang efektif, bukan hanya panggilan yang biasa, yang didengar oleh telinga; tetapi panggilan yang membawa efek/dampak. Pekerjaan Roh Kudus di dalam panggilan efektif bisa dirangkum menjadi empat hal.

Pertama, Roh Kudus menyadarkan orang atas dosa-dosa mereka. Kisah Rasul 2:37, Roh Kudus menyadarkan orang-orang berdosa tentang dosa mereka. Kedua, Roh Kudus membuka mata rohani orang-orang yang berdosa. Di dalam Kisah Rasul 26:18 misalnya, di situ dikatakan bahwa Allah membuka mata rohani orang-orang yang selama ini berada di dalam kegelapan. Ketiga, Roh Kudus memperbaharui kehendak orang berdosa. Yehezkiel 11:19 menyatakan bahwa Roh Kudus Allah bekerja memperbaharui dan memulihkan kehendak seseorang dari yang sebelumnya keliru dan condong kepada kejahatan. Keempat, Roh Kudus memampukan orang berdosa menerima Injil. Hal ini dicatat dalam Kisah Rasul 16:14 ketika Tuhan melembutkan hati orang yang mendengar Injil, sehingga mereka bisa percaya kepada Injil.

Tidak cukup disadarkan tentang keberdosaan mereka, banyak orang yang menyesali dosanya, tetapi tidak bertobat. Banyak orang yang menyadari bahwa dia adalah orang yang berdosa, tetapi hidupnya justru berujung kepada keputusasaan. Menyadari keberdosaan kita tidaklah cukup. Dibukakan mata untuk melihat keadaan yang sebenarnya juga tidak cukup, karena ada banyak orang yang mungkin akan membenarkan dirinya dan tidak mengakui kesalahannya. Kehendak orang dibaharui juga tidak cukup, karena pembaharuan yang sejati hanya terjadi kalau orang itu menerima Injil. Jadi sekali lagi, Allah mengaruniakan iman kepada orang berdosa melalui pemberitaan Injil yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Roh Kudus mengerjakan firman kebenaran di dalam hati orang berdosa.

Kalau saudara dan saya sudah bisa percaya kepada Injil yang benar dan mendapat jaminan hidup kekal, itu bukan karena usaha kita, tapi karena anugerah Tuhan yang baik bagi kita. Dia mengutus Roh-Nya mengerjakan Injil Yesus Kristus di dalam hati kita, sehingga kita bisa percaya dan selamat. Tuhan memberkati kita. Amin.