Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Dalam sesi-sesi yang lalu kita sudah belajar banyak hal tentang keselamatan. Mulai hari ini kita akan membahas tentang Kristus atau yang lebih dikenal dengan istilah Kristologi – doktrin atau studi tentang Kristus. Mari kita memulai dengan nama Yesus Kristus.

Hampir semua benda dan orang mempunyai nama, demikian pula dengan Kristus. Kita memanggil Dia dengan beragam nama. Tapi yang paling umum adalah nama Yesus Kristus. Di dalam tulisan-tulisan Rasul Paulus, nama Yesus Kristus kadangkala digunakan hanya salah satu atau dua-duanya dalam urutan berbeda. Penggunaan tersebut hanya untuk kepentingan sastra, keindahan atau untuk kepentingan penekanan. Lalu apa arti nama Yesus Kristus? Kalau kita menggunakan nama “Yesus Kristus”, maka kita akan menemukan bahwa “Yesus” adalah nama diri dan “Kristus” adalah sebuah gelar. Tapi kita biasa memikirkan keduanya sebagai nama diri. Sebetulnya tidaklah demikian. Apa yang dimaksud dengan nama diri? Nama diri berarti nama yang kita miliki, seperti misalnya kita memiliki nama Yakub, Kristi, atau Herry. Itu adalah nama diri. Nah, Yesus itu adalah nama diri. Tetapi pilihan nama ini sebetulnya bukan berasal dari orangtua Yesus yaitu Yusuf dan Maria, tetapi merupakan pilihan dari Allah. Sebagaimana telah dinyatakan di dalam Matius pasal 1, ketika malaikat datang kepada Yusuf dan memberitahu bahwa Maria mengandung oleh Roh Kudus, maka malaikat juga mengatakan bahwa Yusuf harus menamakan anaknya: Yesus.

Kata “Yesus” dalam bahasa Ibrani memiliki arti yang sama dengan nama “Yosua” atau “Hosea” , yang berarti Allah menyelamatkan (Matius 1:21). Tidaklah salah bayi yang dilahirkan oleh Maria disebut Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka – begitulah yang dikatakan oleh malaikat kepada Yusuf. Yesus adalah nama diri, tetapi bukan berarti nama diri ini dipilih secara sembarangan, bukan juga dipilih oleh orangtua Yesus, tetapi dipilih langsung dari Allah. Allah ingin melalui nama itu ada pesanteologis yang disampaikan, yaitu Yesus adalah Allah yg menyelamatkan.

Hal berikutnya adalah nama “Kristus” . Ini bukanlah nama diri. “Kristus” adalah sebutan. Itu sebabnya kita akan kesulitan menemukan orang bernama “Kristus.” Di dalam tulisan-tulisan kuno Yunani dan Romawi ada kesalahpahaman tentang nama Kristus. Beberapa tulisan yang sempat menyinggung tentang kekristenan mengatakan bahwa pemimpinnya bernama “Chrestos” , bukan “Christos” atau “Kristus” . Hal ini terjadi mungkin karena mereka menganggap bahwa nama “Christos” atau “Kristus” adalah nama yang tidak lazim. Memang benar itu bukanlah nama diri melainkan nama gelar. Di dalam bahasa Yunani, kata “Kristus” adalah “Christos” sedangkan dalam bahasa Ibrani nama itu disebut dengan “Mesias” . Kita mungkin ingat sebuah kisah di Yohanes 1:41 dan 4:25 ketika murid-murid yang pada awalnya berjumpa dengan Tuhan Yesus dan mengatakan bahwa mereka telah menemukan Mesias yang disebut Kristus atau Kristus yang disebut Mesias. Dua kata itu adalah kata yang sama dan seringkali dipakai bergantian. Tetapi sekali lagi sebutan ini memiliki makna tertentu.

Sebutan “Kristus” (Yunani) sama dengan “Mesias” (Ibrani) secara hurufiah berarti “Yang Diurapi” (Yoh 1:41; 4:25). Bangsa Yahudi tidak asing dengan ide tentang pengurapan. Pengurapan dilakukan atas orang-orang tertentu saja, yaitu orang-orang yang dipilih Allah untuk sebuah misi tertentu. Kita ingat raja Saul dan raja Daud yang diurapi oleh Samuel. Begitu pula yang dilakukan pada imam Harun dan para imam di dalam Perjanjian Lama, juga orang-orang tertentu yang dipilih Allah secara khusus, mereka mendapatkan pengurapan. Dalam konsep pengharapan Mesianik -terutama di dalam kitab nabi-nabi- seringkali Allah berjanji akan memberikan seorang penyelamat, yang disebut-Nya “hamba yang diurapi”. Kata inilah yang kemudian dikaitkan dengan sebutan “Mesias”. Jadi, sebutan “Mesias” merujuk kepada seorang figur yang akan diutus oleh Allah untuk sebuah misi penyelamatan yang khusus dan itu digenapi ketika Allah menjadi manusia, Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal, yaitu Yesus Kristus. Allah menjadi manusia dan menjadi Mesias yang membebaskan manusia dari semua dosa-dosa mereka.

Jadi mulai sekarang, ketika kita menyebut Dia “Yesus Kristus” , kita tahu apa maknanya. “Yesus” berarti nama diri, yang berarti Allah menyelamatkan. “Mesias” atau “Kristus” adalah sebuah sebutan, yang berarti yang diurapi. Ketika kita menyebut Dia “Yesus Kristus”, berarti kita percaya bahwa Dialah yang diutus dan diurapi oleh Allah untuk menyelamatkan kita dari semua dosa-dosa kita. Kiranya nama yang indah ini memberkati dan menguatkan kita. Amin!