Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Hari ini kita akan membahas sebuah pertanyaan yang penting yaitu: Apakah yang dimaksud dengan gereja? Saya yakin kata “gereja” sudah tidak asing lagi di telinga kita, tetapi saya tidak yakin apakah kita semua benar-benar memahaminya dengan cara yang benar. Kata “gereja” biasanya dipahami hanya dari sisi bangunan, yaitu sebuah ruangan untuk berkumpul atau sebuah gedung untuk melaksanakan ibadah. Bagi sebagian orang yang lain, ketika mendengar kata “gereja”, maka yang mereka pikirkan adalah sebuah institusi, sebuah lembaga, sebuah denominasi atau sebuah sinode. Tetapi apakah benar kata “gereja” di dalam Alkitab mengandung arti sebuah kelembagaan atau merujuk kepada sebuah bangunan?

Di dalam Alkitab, kita akan menemukan kata yang lebih lazim digunakan bukanlah kata “gereja” melainkan kata “jemaat”. Bukan sebuah kebetulan para penerjemah Lembaga Alkitab Indonesia memilih untuk menggunakan kata “jemaat” dan bukan “gereja”. Mungkin karena kata “gereja” seringkali memberikan muatan-muatan tertentu seperti yang disebutkan di atas, yaitu merujuk pada bangunan atau pada institusi. Di balik kata “jemaat” ada kata Yunani “ekklesia”, kata yang juga sangat akrab di telinga kita. Ekklesia berarti kumpulan orang. Ekklesia berarti orang-orang yang berkumpul di satu tempat tertentu. Baik di dalam Alkitab maupun di luar Alkitab kata ini bisa merujuk pada segala macam kumpulan, yang penting banyak orang berkumpul di satu tempat mereka disebut “ekklesia”. Di dalam Kisah Para Rasul 19:32 dituliskan, ada kumpulan orang yang sedang mengalami kebingungan dan kumpulan orang yang kacau balau karena Paulus memberitakan Injil di Efesus. Pemberitaan Injil tersebut dianggap merugikan banyak orang yang membuat patung untuk Dewa Artemis. Orang-orang berkumpul dan terjadi kekacauan di sana. Kumpulan orang-orang tersebut juga disebut dengan “ekklesia”, karena memang ekklesia artinya kumpulan orang.

Tetapi kata “ekklesia” juga sering muncul di dalam Alkitab dan ini yang paling sering muncul di dalam Alkitab, yaitu merujuk pada kumpulan orang percaya atau kumpulan orang Kristen. Jadi kalau kita mengatakan “gereja”, maka itu berbicara tentang jemaat dan bukan tentang bangunan, bukan tentang institusi tetapi tentang orangnya, yaitu jemaat. Saya akan membacakan satu ayat yang bisa mewakili konsep ini secara cukup baik, yaitu di dalam 1Korintus 1:2. Kepada jemaat di Korintus, Paulus mengatakan demikian: “kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.” Siapakah yang dimaksud ekklesia di sini? Ekklesia yang dimaksudkan di sini adalah mereka yang menjadi milik Allah, karena disebutkan “kepada jemaat Allah di Korintus.” Jemaat Allah itu berarti jemaat milik Allah. Jadi gereja adalah kumpulan orang yang merupakan kepunyaan Allah.

Dalam ayat tersebut juga disebutkan siapakah gereja itu, yaitu “mereka yang dikuduskan di dalam Kristus Yesus”. Penebusan Kristus sempurna di atas kayu salib. Dia menggenapkan seluruh tuntutan hukum Taurat dan kesucian Kristus itulah yang diperhitungkan kepada gereja (ekklesia). Semua orang yang mendapatkan manfaat dari penebusan Kristus, yaitu mendapatkan manfaat dari penebusan kekudusan Kristus, maka mereka disebut dengan “ekklesia”, yaitu jemaat milik Allah, mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipakai menjadi orang-orang Kudus. Alkitab berbahasa Indonesia (LAI-TB) menerjemahkannya “dipanggil menjadi orang-orang Kudus” . Hal ini menunjukkan bahwa kita dikuduskan dengan tujuan supaya kita benar-benar menjadi orang yang kudus. Kita dikuduskan secara status di dalam Kristus. Tujuannya adalah supaya dalam kehidupan yang nyata kita benar-benar menjadi orang yang kudus. Alkitab berbahasa Inggris, menerjemahkannya “kita dikuduskan di dalam Kristus Yesus supaya disebut sebagai orang-orang Kudus.” Terjemahan ini bicara tentang status dan status, tetapi terjemahan bahasa Indonesia memberitahu kita sesuatu yang lebih dalam maknanya: kita dikuduskan di dalam Kristus Yesus itu secara status, tetapi kita juga dipanggil untuk menjadi orang-orang yang kudus. Artinya, secara kenyataan, hidup kita sesuai dengan status kita.

“ . . . dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.” Siapakah jemaat? Selain jemaat adalah milik Allah, dikuduskan di dalam Kristus dan dipanggil untuk menjadi orang-orang Kudus, jemaat adalah mereka yang berseru kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Ada banyak orang memanggil Yesus Kristus, namun hanya mengakuinya sebagai guru moral yang baik atau sebagai nabi. Hal-hal tersebut tidak akan membuat mereka menjadi jemaat dan gereja, karena jemaat atau gereja adalah mereka yang berseru kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Siapa saja yang berseru dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, mereka layak disebut sebagai jemaat. Kita adalah milik Allah, dikuduskan di dalam Kristus Yesus, dipanggil untuk menjadi orang kudus dan berseru mengakui Yesus sebagai Tuhan. Kitalah jemaat itu. Walaupun tanpa bangunan, ketika kita kumpul bersama, kita layak disebut sebagai gereja. Puji Tuhan! Tuhan memberkati!