Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Apakah doktrin Tritunggal diajarkan Alkitab?  Istilah “Tritunggal” memang tidak ada di dalam Alkitab.  Rumusan “satu hakikat tiga pribadi”, juga tidak ada di dalam Alkitab.  Tetapi bukan berarti doktrin ini tidak diajarkan di dalam Alkitab.  Konsep Tritunggal diajarkan secara jelas di Alkitab.  Berdasarkan konsep yang jelas di dalam Alkitab itulah bapak-bapak gereja kemudian memikirkan rumusan yang sederhana dan mudah untuk diingat; juga istilah yang tepat untuk mewakili konsep-konsep yang diajarkan di dalam Alkitab tersebut.  Secara singkat kita akan melihat empat pengajaran Alkitab tentang Tritunggal.  Bagaimana kita tahu bahwa Alkitab mengajarkan Tritunggal?

Pertama, Alkitab menampilkan Bapa, Anak, Roh Kudus di dalam kesatuan dan kesejajaran.  Misalnya, di dalam Matius 28:19 ada perintah untuk membaptiskan orang yang percaya: “ . . .baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus . . .”  Kata “nama” di ayat ini dalam bahasa Yunani bentuknya tunggal bukan jamak.  Ada tiga nama: Bapa, Anak, Roh Kudus; tapi bentuknya tunggal.  Artinya Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah satu kesatuan; bukan tiga Allah, tetapi tiga pribadi dalam satu Allah.  Di dalam 1Korintus 12:4-6 Bapa, Anak, Roh Kudus ditampilkan sebagai sumber karunia-karunia rohani, sehingga ada kesatuan dan kesejajaran antara Bapa, Anak dan Roh Kudus.  Itu petunjuk pertama dari Alkitab tentang Tritunggal.

Kedua, Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan Yesus dan Roh Kudus memiliki sifat-sifat ilahi.  Alkitab menyatakan bahwa Tuhan Yesus dan Roh Kudus memiliki sifat-sifat ilahi.  Alkitab menyatakan bahwa baik Tuhan Yesus maupun Roh Kudus itu sama-sama Mahatahu.  Misalnya di dalam Matius 9, Tuhan Yesus tahu isi hati dan pikiran orang, bukan karena menebak tapi karena Dia Allah yang Mahatahu.  Di dalam 1Korintus 2 dikatakan bahwa Roh Kudus itu menyelidiki hal-hal yang terdalam dalam diri Allah.  Jadi Tuhan Yesus dan Roh Kudus sama-sama Mahatahu.

Keduanya juga sama-sama Mahahadir.  Di dalam Matius18:20, Tuhan Yesus berjanji: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”  Yesus juga berjanji kepada murid-murid-Nya, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20).  Begitu juga dengan Roh Kudus.  Di dalam Mazmur 139:7, pemazmur mengatakan, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?”, karena di mana pun dia ada, Roh Tuhan selalu ada di sana.   Dalam Yohanes 8:58  Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang kekal. Ketika Dia mengatakan: “ . . . sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”  Dalam terjemahan bahasa Inggris lebih jelas: Before Abraham was, I am. (KJV).  Bentuknya present,  berarti Yesus terus menerus ada sejak kekekalan.  Dalam Yohanes 1 kita tahu, Dia bersama dengan Allah dari kekekalan.  Jadi Yesus memiliki sifat-sifat ilahi; Roh Kudus juga memiliki sifat-sifat ilahi.

Ketiga, Alkitab mengajarkan Tuhan Yesus dan Roh Kudus sama-sama melakukan tindakan ilahi.  Misalnya kalau kita melihat Kejadian 1, kita tahu bahwa Roh Kudus terlibat di dalam penciptaan.  Di dalam Mazmur 104:30 juga disebutkan bahwa Roh Kudus terlibat di dalam penciptaan.  Di dalam Yohanes 1:3 Tuhan Yesus terlibat di dalam penciptaan.  Hanya Allah yang bisa mencipta.  Roh Kudus mencipta, Tuhan Yesus juga mencipta.  Kesimpulannya, dua pribadi ini adalah satu Allah.

Di tempat lain dikatakan Tuhan Yesus menghakimi dan mengampuni manusia.  Di dalam Markus 2, Tuhan Yesus mengampuni dosa orang yang lumpuh, sehingga Dia dianggap menghujat Allah, karena hanya Allah yang bisa mengampuni dosa.  Di dalam Roma 2, Tuhan Yesus dikatakan akan menghakimi semua orang bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri manusia.  Hanya Allah yang menghakimi semua orang dan Tuhan Yesus menghakimi semua orang, bahkan yang terdalam dalam diri manusia yang tidak terlihat.

Keempat, Alkitab mengajarkan baik Tuhan Yesus maupun Roh Kudus sama-sama secara eksplisit disebut sebagai Allah.  Di dalam Yesaya 9:6, Tuhan Yesus disebut sebagai Bapa yang Kekal, Allah yang perkasa.  Di dalam Yohanes 1:1 disebutkan Firman itu adalah Allah.  Di dalam Yohanes 20:28 Tomas mengaku “Ya Tuhanku dan Allahku”.  Roh Kudus disebut juga Allah.  Kisah Rasul 5 mencatat Petrus menegur Ananias. “Mengapa engkau mendustai Roh Kudus.  Engkau bukan mendustai manusia, tetapi engkau mendustai Allah.” 

Dari semua ini kita diyakinkan, bahwa Tritunggal diajarkan oleh Alkitab.  Bapa, Anak, Roh Kudus; tiga pribadi di dalam satu Allah.  Kiranya penjelasan ini menguatkan iman kita, sehingga kita semakin mengagumi dan mencintai Allah Tritunggal.  Tuhan memberkati kita. Amin.