Rela Menderita, Berkobar-kobar, Buka Ladang Baru

Hongkong, 26 Maret 1929. Rev. R. A. Jaffray dan rev. Zhao Liu Tang mengadakan sebuah pertemuan dan sepakat untuk membentuk sebuah organisasi yang diberi nama “tim penginjilan Asia Tenggara/ the Chinese missionary union” atau yang disingkat CMU.

Seiring berjalannya waktu, dengan visi dan misi mereka, untuk melakukan penginjilan ke luar negeri (Asia Tenggara), mereka sepakat unutk mengubah nama menjadi “the Chinese foreign missionary union” atau yang disingkat CFMU. Organisasi ini merupakan lembaga misi Gereja Tionghoa yang pertama.

Kalimantan, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Bali, Lombok dan Sumbawa, merupakan sasaran utama penginjilan CFMU. Singkat cerita, pelayanan rev. Jaffray dan tim berkembang sangat baik. Dan akhirnya, pada 1953 the Chinese foreign missionary union (CFMU) mendaftarkan diri secara resmi di pemerintahan Republik Indonesia.

GKKA Indonesia, merupakan buah pelayanan dari badan misi CFMU yang sudah berkiprah sejak tahun 1928. tentu penting bagi kita, sebagai generasi penerus untuk mengenal sejarah penting ini, asal muasal/ cikal bakal gereja kita. sehingga, kita tidak akan pernah melupakan visi dan misi CFMU, semangat rela menderita bagi Kristus, berkobar-kobar memberitakan injil dan buka ladang baru.

Situasi dan kondisi saat ini di Indonesia, bahkan seluruh dunia yang sedang melawan wabah COVID-19 sangat memprihatinkan. Kembali kita mengingat visi misi CFMU untuk tetap semangat rela menderita bagi Kristus, berkobar-kobar memberitakan injil dan buka ladang baru. Aksi nyata kita adalah tetap tekun berdoa, doakan keadaan segera membaik agar visi misi CFMU tetap ada dan terus ada dari generasi ke generasi. Di badai yang menerpa saat ini, Yesus menginginkan kita untuk tetap fokus kepada-Nya dan bukan kepada badai cobaan.