Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana kita tahu dan yakin bahwa kita sudah ada di dalam keselamatan? Ada dua cara untuk mengetahuinya:

Pertama, melalui kesaksian Kitab Suci.  Kitab suci memberikan banyak janji bahwa barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus, maka orang itu pasti diselamatkan.  Salah satunya terdapat dalam Injil Yohanes 10:28-29, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”

Tuhan Yesus berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal”, bukan sekadar “aku akan memberikan”.  Frasa “Aku memberikan” bersifat kekinian.  Kemudian Yesus menambahkan, “mereka pasti tidak akan binasa”; bukan “mudah-mudahan ”.  Di sini Kristus menggunakan kata yang begitu tegas, “mereka pasti tidak akan bisa selama-selamanya”, karena tidak ada yang bisa merebut mereka dari tangan Tuhan Yesus.

Ini adalah janji yang luar biasa, yang keluar dari mulut Pribadi yang Mahakuasa.  Tidak ada orang yang lebih besar daripada Bapa, sehingga tidak ada orang yang bisa mengambil orang-orang percaya itu dari tangan Tuhan Yesus. Tak satu pun kuasa, baik malaikat, manusia, atau apapun, yang bisa merebut kita dari tangan Tuhan Yesus.  Berdasarkan janji Allah ini, kita bisa tahu dan yakin dengan pasti, bahwa keselamatan sudah menjadi milik kita. Jadi kita yakin bukan karena diri kita, tapi karena kesaksian dalam Kitab Suci.

Kedua, berdasarkan karya Roh Kudus dalam hidup kita.  Roh Kudus mengerjakan banyak hal dalam hidup kita. Dia hadir sebagai materai dan jaminan bagi kita. Jika kita sudah dimateraikan oleh Roh Kudus, maka kita telah menjadi milik dari Roh Kudus.  Jika Roh Kudus sudah diberikan, sebagai jaminan/”uang muka”  bagi kita, maka nanti ke depan pun, kita pasti akan dimiliki oleh Allah sepenuhnya, karena Roh Kudus telah diberikan sebagai materai dan jaminan.

Bukan cuma itu, Roh Kudus juga memberi kesaksian di dalam hati kita.  Di dalam Roma 8:16, di katakan bahwa “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah”.  Kadang kala kita merasa lemah dan gentar, terutama pada saat kita menghadapi penderitaan; tetapi Roh Kudus selalu memberi kesaksian dan keyakinan, bahwa kita adalah anak-anak-Allah.  Itulah yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam hati kita, sehingga kita merasa tahu dan yakin, bahwa keselamatan kita adalah pasti.

Roh Kudus juga menghasilkan buah roh di dalam hati kita. Dalam Galatia 5:16-26, Paulus berbicara tentang dua macam orang: Orang yang dipimpin oleh daging dan orang yang dipimpin oleh Roh.  Orang yang dipimpin oleh Roh pasti akan menghasilkan buah Roh.  Roh Kudus berkarya dalam hidup kita melalui persekutuan kita dengan-Nya, sehingga kita akan menghasilkan buah Roh.  Satu buah dengan sembilan rasa.  Kasih kita bertumbuh. Kebaikan kita bertumbuh. Kesetiaan kita bertumbuh.  Penguasaan diri kita juga akan menjadi lebih baik,

Jadi bagaimana kita bisa tahu jika kita sudah diselamatkan?   Pertama, melalui kesaksian dari Kitab Suci.  Kedua, berdasarkan pekerjaan Roh Kudus di dalam hati kita.  Kepastian keselamatan di dalam kekristenan bukan didasarkan pada perasaan, tetapi pada Kitab Suci dan karya Roh Kudus.  Apakah kita sudah memiliki kepastian itu?  Apakah dalam hidup kita, sudah ada bukti-bukti yang konkrit bahwa kita berada dalam keselamatan?  Tuhan memberkati kita. Amin.