Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Dalam beberapa sesi sebelumnya, kita sudah melihat bahwa semua manusia berdosa dan semua manusa tanpa terkecuali tidak dapat diselamatkan dengan mengandalkan perbuatan baik mereka. Pertanyaan yang wajar kita pikirkan: Apakah ada harapan bagi orang-orang berdosa? Jawabannya: Ada! Ada harapan bagi orang yang berdosa, sebagaimana dalam 1Tesalonika 5:9 dikatakan: “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus.”

Bagaimana Allah menyelamatkan orang-orang yang berdosa? Allah melakukannya melalui pemilihan. Allah memilih sebagian orang berdosa untuk diselamatkan di dalam Kristus Yesus. Jika Allah tidak melakukan apapun, maka semua orang akan ditimpa kebinasaan. Tetapi Allah kemudian memilih beberapa orang di antaranya untuk diselamatkan. Ada tiga teks penting yang menjadi landasan dalam sesi ini. Teks pertama dari 2Timotius 1:9 “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.”

Teks kedua ada di dalam Roma 8:29-30 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Teks ketiga ada di dalam Efesus 1:3-14. Kita melihat beberapa ayat di dalamnya: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya” (ay. 3-6).

Dari beberapa teks di atas, kita dapat melihat beberapa karakteristik dari pilihan Allah. Pertama, dari sisi waktu. Dari sisi waktu, pilihan Allah bersifat kekal. Di dalam 2Timotius 1:9 sudah jelas dikatakan “sebelum permulaan zaman”. Di dalam Roma 8:29-30 dikatakan: “sejak semula Allah telah memilih dn telah menentukan kita”. Di dalam Efesus 1:4 dikatakan: “sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan”. Dari sisi waktu, pilihan Allah sudah dilakukan Allah sejak kekekalan. Bahkan sebelum kita ada, Allah sudah “melihat” kita. Sebelum kita ada, kita sudah ada di dalam hati Allah, karena Dia adalah Pencipta yang merancang segala sesuatu, dan kita ada di dalam pikiran dan hati-Nya. Dari sisi waktu, pilihan Allah bersifat kekal.

Kedua, dari sisi alasan. Dari sisi alasan, pilihan Allah tidak didasarkan pada perbuatan baik kita. 2Timotius 1:9, dengan jelas menyatakan: “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri.” Jadi kita dipilih bukan karena perbuatan kita atau karena jasa-jasa kita; bukan pula karena Allah telah melihat iman kita ataupun kontribusi kita bagi kerajaan Allah sejak kekekalan; juga bukan karena perbuatan baik kita. Lalu karena apa? 2Timotius 1:9 tadi mengatakan: “Berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri”.

Di dalam Efesus 1:5 dikatakan: “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” Di dalam Efesus 1:9 dikatakan: “Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus.” Kemudian ayat ke-11 dikatakan: “ . . . yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” Berarti Allah memilih kita bukan hanya berdasarkan kasih karunia-Nya, tetapi juga berdasarkan kedaulatan-Nya. Dia memilih kita bukan karena perbuatan kita, tetapi berdasarkan rencana-Nya, kasih-Nya, dan kehendak-Nya sendiri.

Semoga dua karakteristik ini benar-benar berada di dalam hati kita. Allah memilih kita murni karena anugerah-Nya bagi kita. Dalam sesi berikutnya kita akan lanjutkan tiga karakteristik yang lain dari pilihan Allah. Tuhan memberkati kita. Amin.