Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Hari ini kita akan belajar tentang apa yang dimaksud dengan pengilhaman.  Alkitab adalah Firman Allah karena Alkitab diilhamkan oleh Allah.  Di dalam bahasa Indonesia, kata “pengilhaman” memiliki banyak arti.  Beberapa orang mengatakan bahwa kata “pengilhaman” berarti hanya mendapatkan ide.  Ada juga yang mengatakan bahwa pengilhaman adalah pendiktean, dimana penulis tidak memiliki kebebasan selain menuliskan apa yang dimaksud oleh Roh Kudus, melalui pengilhaman.  Tetapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan pengilhaman?  Pengilhaman merujuk pada aktivitas Roh Kudus yang mendorong, memimpin dan mengontrol para penulis Alkitab selama proses penulisan, sehingga tulisan mereka berotoritas dan tidak mengandung kesalahan.

Ada dua teks dalam Alkitab yang menunjukkan pada kita bagaimana kita bisa memahami konsep pengilhaman.  Pertama, di dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”  Di dalam ayat ini ada kata “diilhamkan”.  Kata “diilhamkan” dalam banyak terjemahan bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata dinafaskan Allah.  Kata Yunani yang dipakai di sana memang memiliki arti dinafaskan Allah.  Tetapi apa artinya dinafaskan Allah?  Pada saat kata ini dipakai atau diterapkan di dalam tulisan Alkitab, maka Paulus sedang mengajarkan sesuatu yang sangat penting, yaitu bahwa firman Allah yang diucapkan langsung oleh Allah di dalam sejarah atau yang diucapkan oleh Allah melalui para nabi dan para rasul adalah sama berotoritasnya dengan firman Allah yang dituliskan di dalam Alkitab, karena apa yang dituliskan itu disebut dinafaskan oleh Allah.

Sangatlah disayangkan sikap orang-orang “kristen” yang mengabaikan dan meremehkan Alkitab.  Mereka lebih suka mendengar bisikan-bisikan roh yang tidak jelas, mengaku bertemu malaikat atau bertemu Roh Kudus; lalu menyampaikan kabar-kabar yang belum tentu kebenarannya, yang seringkali justru bertentangan dengan firman Tuhan.  Oleh sebab itu kita memahami bahwa Alkitab, tulisan-tulisan ini, adalah dinafaskan Allah, sama berotoritasnya dengan firman yang langsung keluar dari mulut Allah, atau yang langsung keluar dari mulut para nabi, dari mulut Tuhan Yesus, maupun dari mulut para rasul; sama pentingnya.  Alkitab diilhamkan Allah berarti Alkitab dinafaskan oleh Allah.  Ada otoritas di sana, yang membuat firman Allah menjadi firman yang hidup.  Sama seperti Adam waktu diciptakan dari tanah liat, Allah menghembuskan nafas-Nya, dan Adam menjadi makhluk yang hidup.  Demikian pula dengan Alkitab kita, dinafaskan oleh Allah sehingga menjadi firman yang hidup.

Teks kedua yang dapat menjelaskan tentang pengilhaman adalah 2Petrus 1:20-21 yang mengatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”  Rasul Petrus mengatakan bahwa nubuat-nubuat para nabi itu tidak pernah muncul dari kehendak nabi sendiri, tetapi oleh dorongan Roh Kudus.  Kata dorongan dalam ayat ini menarik untuk diperhatikan.  Di dalam Kisah Rasul, pada saat Paulus dalam perjalanan menuju Roma, di sana kapal yang ditumpangi oleh Paulus mengalami badai atau angin ribut, dan angin ribut itu menguasai atau mengarahkan kapal sesuai arah angin.  Kata yang dipakai untuk angin ribut mengarahkan kapal adalah kata yang sama yang dipakai untuk pengilhaman Alkitab menurut 2Petrus 1:20-21.

Dari sini kita tahu bahwa para penulis Alkitab tidak pasif atau hanya mencatat apa yang dibisikkan oleh Roh Kudus.  Para penulis Alkitab tetap aktif sama seperti nahkoda kapal yang aktif mengemudikan kapal yang ditumpangi.  Tetapi bagaimana pun ia mengemudikan kapal itu, ia tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan angin.  Ia bisa memanfaatkan kekuatan angin, dalam taraf tertentu, tetapi ia tidak mungkin bisa meniadakan atau mengalahkan kekuatan angin.  Pengilhaman bisa digambarkan seperti pemberian nafas dan bisa digambarkan seperti dorongan angin yang kuat pada kapal. Konsep pengilhaman Alkitab bukan konsep yang mistis, dimana penulis tanpa sadar menulis Alkitab dengan pimpinan Roh Kudus.  Tetapi tulisan-tulisan di dalam Alkitab dinafaskan oleh Allah dan didorong oleh Roh Kudus; namun tidak merampas kebebasan dari para penulis Alkitab.  Alkitab adalah tulisan manusia, tetapi sekaligus adalah tulisan Allah, karena diberikan melalui pengilhaman Roh Kudus.  Jadi pengilhaman adalah karya Roh Kudus yang mendorong, memimpin dan mengontrol para penulis Alkitab, sehingga apa yang mereka tuliskan tidak mengandung kekeliruan dan kesalahan.  Kiranya kita bersyukur untuk Alkitab kita.  Tuhan memberkati