Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Hari ini kita akan belajar: Mengapa kita perlu memiliki keyakinan keselamatan?  Mengapa orang Kristen harus yakin akan keselamatannya?  Pertama, karena keyakinan keselamatan akan menjadi penguat ketika menghadapi penderitaan.  Dalam Roma 5, Paulus berbicara tentang penderitaan.  Di ayat 3 dia berbicara tentang penderitaan yang harus dialami oleh orang Kristen.  Walaupun kita berada dalam anugerah, kita tetap akan menghadapi penderitaan.  Namun Rasul Paulus ingin supaya jemaat di Roma yakin bahwa penderitaan tidak akan mengalahkan mereka.

Rasul Paulus meyakinkan mereka dengan menceritakan tentang kasih Allah.  Di ayat 6 dan 8 Paulus berbicara bahwa Kristus mengasihi kita ketika masih lemah, ketika kita masih berdosa.  Di ayat ke-9, Paulus berkata, “ . . . Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”

Pada saat kita menderita, sering kita meragukan kebaikan Tuhan.  Penderitaan berpotensi menggugurkan iman kita.  Tapi jika kita memiliki keyakinan akan keselamatan, maka kita akan kuat menghadapi penderitaan kita. Penting bagi kita untuk selalu mengingat:  Dahulu kita adalah seteru Allah, namun dikasihi Allah.  Sekarang di dalam Kristus kita mendapatkan anugerah keselamatan, kita sudah menjadi anak-anak Allah; bagaimana mungkin Allah akan menghukum anak-anak-Nya?

Kedua, supaya kita terdorong untuk menjangkau orang lain.  Dalam 1Petrus 3:15 dikatakan, “ . . .siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat”.  Di sini Petrus bicara tentang “pengharapan yang ada padamu”, pengharapan yang pasti di dalam Kristus.  Pengharapan untuk menerima kemuliaan sebagai anak-anak Allah.  Jika kita memiliki pengharapan itu maka kita akan terdorong untuk memberikan pertanggungan jawab.

Pengharapan yang teguh di dalam Kristus mendorong kita untuk berani menjangkau orang lain.  Kita dapat menyampaikan berita pengharapan itu dengan berani dan yakin.  Ketika orang lain mempertanyakan keyakinan kita, kita tidak takut merasa diserang, sebab kita yakin bahwa apa yang kita percayai adalah benar. Bukan cuma benar, lebih daripada itu, bahwa apa yang kita percayai itu dapat memberikan jaminan kehidupan yang kekal. Sangatlah penting mengetahui kepastian keselamatan kita. Keyakinan akan kepastian keselamatan kita akan mendorong kita untuk berani berbagi dengan orang lain, berani berinteraksi dengan orang lain, berani untuk mempercakapkan iman kita, karena kita tahu ada kebenaran di sana.

Ketiga, supaya kita terus menerus memurnikan kesalehan kita.  Kesalehan di  dalam kekristenan bukanlah syarat untuk mendapatkan keselamatan, sebaliknya itu merupakan ucapan syukur kita karena kita sudah diselamatkan.

Di dalam Filipi 2:12, Paulus berkata, “. . . tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”.  Kata “mengerjakan” dalam ayat ini lebih tepat diterjemahkan “work-out”, bukan “work-for”.  Kata “work-for” berarti kita mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan keselamatan.  Tetapi kata Yunani yang digunakan di sini lebih ke arah “work-out”, dimana kita “menunjukkan” atau “menyelesaikan” keselamatan kita (band. Ef. 6:13).

Hal ini membawa kita pada motivasi yang murni dan tulus ketika kita hidup dalam kesucian.  Kesalehan kita merupakan ucapan syukur kita bahwa Allah telah menyelamatkan kita, dan kita meresponinya dengan kesalehan kita.  Kita saleh bukan karena ingin memperalat Allah, mengharapkan berkat-berkat-Nya.  Kita hidup dalam kesalehan karena kita yakin bahwa kita sudah diselamatkan di dalam Tuhan.  Kita diselamatkan karena iman melalui anugerah Allah.  Kesalehan kita hanyalah ucapan syukur kita dan orang yang bersyukur untuk keselamatannya, pasti akan mengerjakan kesalehannya dengan sukacita dan tulus.