Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Pernahkah kita melihat orang-orang yang menamakan dirinya Kristen -rajin beribadah di sebuah gereja- tetapi perilaku hidup mereka tampak tidak sesuai dengan apa yang mereka yakini? Apakah iman mereka adalah iman yang sejati atau bukan? Kita bisa tertipu melihat dan mengira seseorang sebagai Kristen namun ternyata tidak demikian. Karena itu kita perlu mengetahui beberapa penggunaan kata “gereja” di dalam dunia teologi dan dukungan Alkitab tentang hal itu. Hari ini kita akan belajar satu istilah, yaitu “Gereja yang Tidak Terlihat” (Invisible Church). Apa yang dimaksud dengan Gereja Yang Tidak Terlihat?

Di dalam dunia teologi, “gereja yang tidak terlihat” didefinisikan sebagai gereja atau kumpulan orang percaya sebagaimana Allah melihatnya. Dengan kata lain, Gereja yang Tidak Terlihat adalah kumpulan orang percaya sebagaimana Allah melihatnya dengan Kristus sebagai Kepala dan Gembala Agung. Di dalam Efesus 4:16 dikatakan bahwa “seluruh anggota itu bertumbuh, terikat menjadi satu, menuju kepada Kepala, yaitu Yesus Kristus.” Yesus Kristus sebagai Kepala dari gereja yang tidak terlihat. Kemudian di dalam Ibrani 13:20 dan 1Petrus 5:4 dikatakan bahwa Yesus Kristus adalah Gembala Agung kita.

Setiap gereja lokal biasanya memiliki gembala sidang untuk tipe pemerintahan tertentu. Walaupun tidak semua mengenal istilah “gembala sidang” tetapi semua gereja pasti memiliki Gembala Agung yang sama, yaitu Yesus Kristus. Sekali lagi, definisi Gereja yang Tidak Terlihat adalah kumpulan orang percaya sebagaimana Allah melihatnya, dengan Kristus sebagai Kepala dan Gembala Agung. Definisi ini membantu kita memahami bahwa keberadaan orang yang diselamatkan itu bisa dilihat dan juga bisa tidak terlihat Di dalam Roma 10:9-10 dikatakan bahwa “barangsiapa mengaku dengan mulut dan percaya di dalam hati, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, mati dan bangkit dari kematian, maka orang itu diselamatkan.” Jadi seseorang bisa diselamatkan ketika dia mengaku dengan mulutnya dan percaya di dalam hatinya. Kita bisa tahu dan melihat seseorang mengaku iman dengan mulutnya. Tetapi hati manusia begitu dalam dan kita tidak bisa melihatnya, sehingga kita tidak bisa tahu kesejatian iman seseorang. Apakah orang itu termasuk anggota Gereja yang Tidak Terlihat? Kita hanya bisa menebak dari perkataannya dan dari perilakunya.

Alkitab berkali-kali mengingatkan kita bahwa ada orang-orang tertentu yang tampaknya menjadi anggota dari gereja, tetapi ternyata mereka bukan anggota gereja sebagaimana Allah melihatnya. Misalnya kalau kita melihat di dalam 1Yohanes 2:18-19, maka kita akan menemukan bahwa para anti Kristus itu adalah orang-orang yang dahulu termasuk di dalam lingkungan orang-orang “Kristen”, tetapi ternyata mereka tidak sungguh-sungguh termasuk di dalam mereka. Tuhan Yesus juga telah mengingatkan tentang nabi-nabi palsu yang menyamar sebagai domba padahal mereka adalah serigala. Serigala di tengah domba secara sekilas akan sulit untuk dibedakan, karena ukuran tubuh, warna, dan sebagainya akan sangat mirip. Demikianlah akan ada nabi-nabi palsu sebagaimana Tuhan Yesus ajarkan dalam Matius 7:15-16, yang kelihatannya adalah orang Kristen tetapi ternyata bukan demikian. Kita bisa terkecoh dan salah menilai orang. Tetapi Allah tidak pernah salah melihat gereja yang tidak terlihat. Allah tidak pernah salah, seperti yang dikatakan di dalam 2Timotius 2:19, yaitu “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” Allah mengenal siapa yang menjadi milik kepunyaan-Nya. Hal ini ditegaskan juga di dalam Ibrani 12:23 “orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh, namanya terdaftar di sorga.”

Allah tahu dengan persis siapa yang percaya dan siapa yang tidak percaya. Kita mungkin bisa terkecoh dan tertipu oleh penampilan orang “Kristen” yang baik, rutinitas mereka di dalam ibadah, aktivitas mereka di dalam pelayanan, jabatan gerejawi mereka yang luar biasa. Kelihatannya mereka sebagai orang-orang Kristen. Tetapi pertanyaannya apakah mereka menjadi anggota dari Gereja yang Tidak Terlihat sebagaimana Allah melihatnya, dengan Kristus sebagai Kepala dan Gembala Agung? Hanya Allah yang berhak untuk menentukan karena Dia yang paling tahu dengan pasti. Tugas kita adalah mengamati, mengevaluasi dan mengakui ketika kita sudah yakin sungguh-sungguh. Bersyukurlah kalau kita sudah menjadi anggota dari Gereja yang Tidak Terlihat karena Allah mengenal kita dan kita adalah umat kepunyaan-Nya.
Kiranya Tuhan memberkati kita! Amin!