Oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko

Segala sesuatu tentang Akhir Zaman atau Zaman Akhir menumbuhkan rasa ingin tahu dari banyak orang. Hal ini dikarenakan manusia pada dasarnya suka untuk mengetahui hal-hal yang ada di depan; begitu pula perihal kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali di akhir zaman nanti. Bagaimanakah sikap yang benar dalam menyikapi kedatangan Tuhan yang kedua kali? Alkitab mencatat beberapa hal yang harus kita lakukan ketika kita berbicara tentang Akhir Zaman.

Pertama, kita menantikannya dengan penuh kerinduan. Di dalam 1Korintus 16:22 jemaat mula-mula di kota Korintus memiliki sebuah kebiasaan, yaitu di akhir ibadah mereka berkata “Maranatha!” Secara tradisional hal ini dipahami sebagai sebuah seruan “Ya Tuhan, datanglah!” Di dalam 2Timotius 4:6 Paulus berkata: “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat”. Paulus mau mengatakan bahwa akhir hidupnya telah tiba. Lalu di ayat ke-8 dia berkata: “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” Jadi kedatangan Tuhan haruslah kita rindukan.

Kedua, siap-sedia setiap waktu. Di dalam Matius 24:36, Tuhan Yesus berkata: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Jika kita membaca di dalam 1Tesalonika 5 mulai ayat ke-1, Paulus membahas tentang kedatangan hari Tuhan seperti pencuri, tidak ada yang tahu dan kita tidak boleh lengah. Nasihat yang sama juga diberikan oleh Rasul Petrus di dalam suratnya 2Petrus 3, ketika ada orang yang mengolok-ngolok kapan Tuhan datang. Petrus mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan akan seperti pencuri karena kedatangan-Nya tidak bisa dipastikan. Itu sebabnya kita perlu siap sedia setiap saat.

Ketiga, mendoakan kedatangan hari itu. Di dalam doa Bapa kami yaitu dalam Matius 6:9 ada satu permintaan yang mungkin sering kita lupakan, yaitu kita berdoa memohon supaya Kerajaan Allah datang; “datanglah kerajaan-Mu”. Ungkapan ini merupakan kerinduan, permohonan dan doa kita supaya Kerajaan Allah -yang sudah ditahbiskan melalui pelayanan Yesus Kristus di dalam dunia- pada akhirnya akan semakin luas berkembang dan akan ditutup dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Untuk itu kita perlu mendoakannya. Setiap hari kita berdoa mohon kepada Tuhan supaya kedatangan hari itu bisa dipercepat bagi kita.

Keempat, memberitakan Injil kepada semua orang. Di dalam Kisah Rasul 1:6-8, sesaat sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, murid-murid bertanya tentang kapan masa dan waktunya Allah akan memulihkan kerajaan-Nya atau “Kerajaan Israel” Tuhan menjawab, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Memberitakan Injil, itulah yang seharusnya kita lakukan. Kita seharusnya memberitakan Injil karena Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa berita Injil harus diberitakan ke segala penjuru dunia, setelah itu baru tiba kesudahannya (Mat. 24:14). Tuhan pasti datang. Ia tidak pernah ingkar. Tetapi yang paling penting bagi kita adalah bagaimana kita menyikapinya dengan cara yang benar.

Kita sudah melihat hal-hal yang benar dan tindakan tindakan yang bijaksana, yang harus kita lakukan selama hari itu semakin dekat. Namun, bukan hanya perlu tahu sikap yang benar dalam menantikan hari itu; kita juga perlu mewaspadai sikap yang keliru dalam menantikan hari itu. Hal yang paling sering dilakukan adalah orang terlalu memusingkan tentang detil waktu. Tuhan Yesus sudah mengatakan dengan jelas, bahwa tidak ada seorang pun yang tahu kapan Dia akan datang kembali (Mat. 24:36), tetapi ternyata murid-murid masih juga menanyakan hal itu (Kisah Rasul 1:6-7). Kemudian di dalam surat-surat Paulus juga sempat disinggung tentang beberapa jemaat, terutama di Tesalonika, (2Tesalonika 2) yang terlalu berspekulasi tentang kedatangan Tuhan.

Mereka mengajarkan bahwa ada wahyu dari Paulus dan dari para rasul, tentang kedatangan Tuhan; tentang kapan Dia akan datang kembali. Berita ini ternyata menimbulkan kekacauan. Sebagian orang merasa tidak perlu untuk bekerja lagi. Sebagian orang merasa tidak perlu untuk melakukan banyak hal di dunia ini, karena toh sebentar lagi Tuhan akan datang. Semua spekulasi ini hanya akan menghadirkan kehancuran dan persoalan di dalam kekristenan. Kita harus ingat, kalau siapapun yang menebak/memprediksi Tuhan datang kembali yang kedua kali, jangan dipercaya, karena tidak ada seorang pun yang tahu kapan Tuhan datang yang kedua kalinya. Tuhan memberkati kita.